LABUHANBATU, 20 April 2026 — Upaya peredaran narkoba di wilayah Kualuh Hulu kembali terpatahkan. Seorang pria berinisial MFA (24) tak berkutik saat disergap Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu di jalur sunyi kawasan perkebunan Desa Membangmuda, Senin malam (20/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Lokasi penangkapan bukan tanpa alasan. Jalur tersebut diduga kerap digunakan sebagai lintasan transaksi narkoba karena minim penerangan dan jauh dari permukiman warga. Saat disergap, MFA diketahui berboncengan dengan seorang rekannya menggunakan sepeda motor.
Namun, detik-detik penindakan berlangsung cepat dan menegangkan. Saat petugas bergerak melakukan penyergapan, rekan MFA langsung tancap gas dan melarikan diri ke dalam areal perkebunan kelapa sawit yang gelap, memanfaatkan kondisi medan untuk kabur. Sementara itu, MFA gagal meloloskan diri dan langsung diamankan petugas di lokasi.
Penggeledahan di tempat kejadian mengungkap fakta mencengangkan. Dari tangan pelaku, polisi menemukan tujuh paket sabu siap edar yang dikemas dalam plastik klip dengan total berat bruto 2,71 gram. Selain itu, satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam yang digunakan sebagai sarana operasional turut disita.
Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citra Yani Br Barus melalui Kanit Reskrim Ipda Ramadhan Hilal menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari operasi penindakan terhadap jalur-jalur rawan peredaran narkotika.
“Pelaku kami amankan bersama barang bukti. Ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk pemasoknya,” tegasnya.
Dalam pemeriksaan awal, MFA mengakui sabu tersebut adalah miliknya dan rencananya akan diedarkan. Ia juga mengungkap bahwa barang haram itu diperoleh dari seseorang di wilayah Aekkanopan yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
Kini, MFA harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolsek Kualuh Hulu. Sementara itu, satu pelaku lain yang kabur masih dalam pengejaran intensif, dan polisi terus memburu jejak jaringan peredaran narkoba yang diduga lebih luas di kawasan tersebut.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa jalur-jalur sepi di wilayah perkebunan masih menjadi celah bagi peredaran narkotika. Aparat pun memastikan pengawasan dan penindakan akan terus diperketat.
Tim Biro Sumut












